Kecoa adalah Binatang yang Bisa Kentut, Benarkah?

Dikenal binatang hama yang hidup ditempat kotor dan banyak orang yang menghindari kecoa karena jijik atau takut terkena kencing kecoa yang bisa membuat kulit memar karena sudah banyak orang yang mengalaminya.Tubuhnya terlihat kecil

Kecoa merupakan binatang yang tangguh dan bisa bertahan dari radiasi nuklir. Hal ini terbukti saat tragedi bom Hirosima dan Nagasaki di Jepang saat Perang Dunia 2, satu-satunya hewan yang bisa bertahan hidup hanyalah kecoa. Hal ini dikarenakan adanya sel-sel hidup sensitive pada badan kecoa yang tengah membelah diri.

Diketahui, kecoak mampu kentut dalam kurun waktu 15 menit sekali. Parahnya, kentut yang dikeluarkan kecoak mengandung metana.Jika dikalkulasi dalam skala global, metana dari serangga (khususnya kecoak) dapat mengakibatkan global warming atau pemanasan global.Yang unik adalah kecoak dapat kentut meskipun sudah mati dan bertahan melepaskan kentutnya selama 18 jam.

Dalam setahun, diperkirakan seekor kecoa bisa menghasilkan 35 gram gas methane dari dalam tubuhnya. Cukup kecil memang, tetapi jika dibandingkan dengan berat badan kecoa yang juga kecil maka jumlah tersebut kurang lebih mencapai 43 kali berat badannya.

Gas methane merupakan salah satu komponen gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim sebagai efek pemanasan global. Dibandingkan gas rumah kaca lain seperti karbon dioksida, kekuatannya dalam membuat bumi makin panas mencapai 23 kali lipat.

Fakta ini menempatkan kecoa sebagai salah satu kontributor terbesar global warming. Kontributor besar lainnya adalah rayap dan sapi.

Posting Komentar

0 Komentar