Mengenal Berbagai Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Berbagai Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai - Kulit manusia memiliki lapisan yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bagian luar atau lingkungan. Tak jarang, kulit mengalami infeksi atau penyakit yang membuat kondisinya semakin buruk. Terutama jika kondisi kulit terdapat luka yang semakin dalam. Maka akibatnya semakin buruk pula bagi kesehatan kulit.

Ada beberapa lapisan kulit, yang pertama adalah epidermis dan merupakan bagian kulit terluar yang fungsinya sebagai sel pemberi warna kulit. Sedangkan untuk lapisan kedua atau di bawahnya adalah dermis yang memiliki fungsi dalam memproduksi minyak sebagai plindung dan pelembab kulit. Ada pula lapisan-lapisan kulit di bawahnya yang memiliki fungsi berbeda disetiap lapisannya.

Jika membicarakan mengenai kulit tentu kondisinya tidak lepas dari berbagai penyakit sama seperti organ tubuh lainnya. Penyakit kulit ini seringkali menyerang pada bagian luar kulit atau bagian epidermis. Lantas apa saja penyakit yang kerap menginfeksi kulit? Sebelum masuk ke pembahasan tersebut ada baiknya kenali dulu apa saja penyebab dari infeksi di kulit.


Jenis Penyakit Kulit

Ketika seseorang memiliki luka pada bagian kulit, mikroorganisme akan lebih mudah masuk dan menjadi penyebab utama terjadinya infeksi kulit. Ada beberapa mikroorganisme yang kerap menjadi penyebab dari infeksi kulit diantaranya seperti virus, bakteri, maupun kuman. Berbagai mikroorganisme tersebut kerap menimbulkan jenis penyakit yang menyerang kulit seperti berikut.


1. MRSA

Penyakit kulit Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus atau yang disebut dengan MRSA bisa terjadi akibat infeksi dari beberapa jenis mikroorganisme yang menyerang kulit. Umunya infeksi kulit ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph) dan penyakitnya cenderung lebih sulit untuk ditangani atau pun disembuhkan.

Hal ini dikarenakan bakteri MRSA memiliki kekebalan terhadap antibiotik, serta gejala penyakit yang ditimbulkannya pun cenderung berbeda-beda. Tingkat gejala dan keparahan tergantung di bagian tubuh mana penyakit MARS menyerang yang kerap kali menimbulkan infeksi kulit ringan seperti bisul.

Tetapi pada beberapa kasus, penyakit kulit ini bisa menyebabkan infeksi yang lebih serius atau parah yang kerap menginfeksi bagian yang terluka. Misalnya saja pada bagian luka bekas operasi, aliran darah, paru-paru dan saluran kemih, meski kebanyakan infeksinya tidaklah terlalu berbahaya.


2. Necrotizing Fasciitis

Infeksi kulit selanjutnya adalah Necrotizing Fasciitis yang juga disebut sebagai bakteri pemakan daging, di mana penyebaran bakteri ini sangatlah cepat. Tak heran, jika keberadaannya bisa mengancam keselamatan karena mampu membunuh bagian-bagian dalam tubuh manusia. Misalkan saja seperti bagian otot, lemak, dan juga jaringan yang menjadi penghubung antara otot dan tulang.


3. Folikulitis

Penyakit kulit Folikulitis merupakan kondisi peradangan di bagian folikel rambut akibat terinfeksi oleh bakteri maupun jamur. Perlu Anda ketahui, bahwa folikel adalah kantong kecil pada kulit yang menjadi tempat tumbuhnya akar rambut.

Hampir seluruh bagian tubuh memilikinya, kecuali pada bagian bibir, telapak tangan, dan juga telapak kaki manusia. Terdapat beberapa gejala utama dari Folikulitis, di antaranya yakni menimbulkan benjolan kecil berwarna merah. Tak jarang, gejala yang muncul juga menyerupai jerawat berwarna putih.

Gejala muncul di sekitar folikel rambut dan lebih sering terjadi di bagian tubuh seperti paha, bokong, wajah, leher, kepala, atau pun bagian ketiak. Gejala penyakit kulit yang sudah menyebabkan benjolan, nantinya menyebar dan berubah menjadi bekas luka yang sulit dihilangkan atau biasa disebut dengan koreng.

Perlu dipahami, bahwa dasarnya folikulitis tidaklah mengancam jiwa maupun kesehatan dalam tingkat keparahan cukup tinggi. Namun infeksinya sangatlah mengganggu karena menyebabkan rasa gatal dan perih, serta pada infeksi berat mampu mengakibatkan hilangnya rambut.


4. Herpes

Herpes merupakan sekelompok virus yang menyerang kulit dan menyebabkan timbulnya luka atau lepuhan berisi cairan di permukaannya. Luka ini sering kali menimbulkan rasa nyeri dan sangatlah mengganggu. Terdapat beberapa jenis dari virus herpes, namun yang paling umum dan dialami banyak orang adalah penyakit kulit herpes zooster.

Selain itu, ada pula jenis virus seperti virus herpes simplex tipe 1 atau HSV1, dan juga virus herpes simplex tipe 2 atau HSV2. Herpes tipe ini berbeda dari herpes zoster dari segi gejala dan virus yang menginfeksinya. Herpes zoster memicu cacar air dan cacar ular atau cacar api yang umunya dialami hampir diberbagai bagian tubuh seperti wajah, tangan, kaki, leher, dsb.

Sedangkan penyakit kulit herpes disebabkan oleh HSV1 dan HSV2, di mana HSV1 memicu herpes di sekitar wajah dan bibir dan HSV2 identik dengan penyakit kelamin atau penyakit menular seksual. Perlu Anda ketahui, bahwa virus herpes bisa menular lewat sentuhan secara langsung jika terkena lesi dari luka.


5. Selulitis

Selulitis merupakan penyakit yang menyerang kulit dan jaringan lunak di bawahnya, di mana kondisi penyakit ini cukup sering ditemukan. Penyebabnya adalah akibat bakteri yang masuk dan menyebar ke dalam kulit, sehingga memunculkan tanda-tanda peradangan.

Misalnya saja timbul gejala seperti bengkak, warna kemerahan, rasa nyeri, serat terasa hangat ketika disentuh di bagian yang sakit. Selulitis sebenarnya tidak menular antar manusia dan bisa terjadi bila seseorang mengalami cedera di kulit. Misalnya saja penyakit kulit terjadi terkena goresan, sayatan, bekas operasi, atau pun luka terbuka lain yang tidak dibersihkan dengan baik.

Jika sudah begini, tentu bakteri dapat tumbuh dengan cepat karena adanya luka basah yang terbuka. Apabila terlambat ditangani, infeksi tersebut bisa malah menyebar melalui kelenjar getah bening yang akhirnya masuk pada aliran darah dalam tubuh. Bila terjadi kondisi demikian, maka selulitis bisa memicu komplikasi yang berakibat fatal dan tidak baik bagi kesehatan.


6. Impetigo

Selanjutnya, ada penyakit kulit yang bernama Impetigo. Infeksi kulit ini bisa menular dan kerap terjadi pada bayi maupun anak-anak, serta biasanya muncul sebagai bisul dan luka kemerahan di wajah. Terutamanya muncul di bagian hidung, mulut, tangan serta kaki anak anak. Lama-kelamaan luka ini akan semakin membesar dan berubah warna menjadi seperti cokelat kemerahan.


Itulah tadi berbagai jenis penyakit yang seringkali menyerang area kulit. Pada kondisi ringan, beberapa jenis penyakit mungkin saja bisa Anda biarkan agar sembuh sendiri atau dengan memberikan obat maupun salep di apotek. Tapi bila kondisi cukup parah atau memiliki gejala yang sekiranya susah diobati, ada baiknya melakukan konsultasi pada dokter.

Selain itu, diharapkan Anda juga senantiasa menjaga kebersihan tubuh terutama kulit. Anda harus sering mencuci tangan pakai sabun setelah menyentuh barang-barang yang kotor ataupun setelah berada di luar rumah. Jangan lupa juga untuk selalu rutin mandi minimal 2 kali dalam sehari untuk menghindarkan diri dari infeksi penyakit kulit.

Dengan melakukan pencegahan sejak awal Anda bisa meminimalisir risiko terserang penyakit kulit. Baik itu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri maupun kuman yang menimbulkan penyakit ringan atau bahkan serius.

Posting Komentar

0 Komentar